Pawon Purba: Sensasi Kuliner Desa dengan Pemandangan Indah Gunung Api Purba Nglanggeran

  • Pawon Purba

    “Apik, cah!”. Kata-kata itu yang terucap pertama dari kami semua, saat kami turun dari mobil. Kami datang ber-enam, tergoda dengan foto-foto yang tersebar di instagram dan facebook Pawon Purba. Pawon Purba, seperti namanya, terletak di kaki Gunung Api Purba, Desa Nglanggeran.

    Pemandangan dari Pawon Purba Nglanggeran

    Pawon Purba merupakan kreasi terbaru dari jawara desa wisata andalan Kementrian Pariwisata ini. Warung makan ini memiliki keunggulan-keunggulan absolut yang sulit untuk bisa ditiru oleh warung lain: Pemandangan indah Gunung Api Purba dengan hamparan sawah terasiring di bawahnya.

    Menu Andalan Pawon Purba

    Keterbatasan, sering membuat masyarakat menjadi kreatif dalam menyikapi situasinya. Kabupaten Gunungkidul adalah salah satu wilayah yang kuliner tradisionalnya berangkat dari keterbatasan. Tiwul adalah salah satu bukti dari hasil kreatifitas karena adanya keterbatasan tersebut.

    Kondisi alam di Gunungkidul dan wilayah-wilayah di sekitarnya memang tidak ramah bagi sembarang tanaman. Didominasi oleh perbukitan kapur dan tanah yang tandus membuat hanya tanaman-tanaman tertentu yang dapat tumbuh di wilayah tersebut.

    Sebelum adanya inovasi Padi Gogo yang tidak membutuhkan banyak air, padi tidak dapat tumbuh sehat di wilayah-wilayah ini. Masyarakat kemudian menggantungkan hidupnya pada Ketela, salah satu tanaman yang cocok bagi kondisi alam wilayah ini. Diolah dengan cara yang sederhana sehingga dapat disimpan dan bertahan lama, Ketela menjadi bahan pangan pokok bagi masyarakat Gunungkidul dan wilayah-wilayah di sekitarnya. Mirip beras.

    Karena keterbatasan yang ada, kreatifitas muncul di kalangan masyarakat yang tinggal di wilayah ini. Ketela yang dikeringkan dengan cara dijemur setelah dikupas terlebih dahulu mereka namai dengan sebutan Gaplek. Gaplek kemudian ditumbuk sampai halus, hingga dapat menjadi tepung. Kreatifitas terus berlanjut. Tepung tersebut kemudian dikukus hingga matang, hingga akhirnya menjadi makanan pengganti nasi masyarakat pada jaman dulu: Tiwul.

    Tiwul memiliki citarasa yang khas: rasa dan aroma alami dari Ketela. Kandungan kalorinya lebih rendah dari Beras. Teksturnya yang pulen dan menggumpal memberikan sensasi tersendiri saat kita menyantapnya.

    Tiwul ini yang menjadi salah satu menu andalan Pawon Purba, warung makan milik salah satu penggiat utama Pokdarwis Gunung Api Purba Nglanggeran.

    Menu Nasi Tiwul di Pawon Purba Nglanggeran

    Selain Tiwul, Nasi Merah juga tersedia di sini. Pilihan lauk-nya juga tidak kalah menarik. Lauk tradisional seperti Tempe Garit, Tempe / Tahu Bacem, Telor Dadar, Pindang, Lele, dan Nila Goreng tersedia dengan harga yang sangat terjangkau.

    Jangan lupa mencoba Cokelat Nglanggeran. Minuman hasil olahan kebun cocoa yang dimiliki oleh Desa Nglanggeran sendiri ini rasanya bisa diadu dengan cokelat panas yang disajikan di restoran mewah atau hotel-hotel bintang 5.

    Jajanan dan Minuman di Pawon Purba

    Seperti layaknya warung dengan konsep tradisional lainnya, Pawon Purba juga menyajikan aneka jajanan tradisional seperti Pisang Goreng, Mendoan, Jadah, Cemplon, Singkong, bahkan Kacang dan Telo Rebus. Semua suguhan jajanan tradisional ini cocok menjadi teman berbincang santai sembari menikmati suasana khas desa dan pemandangan yang ada di Pawon Purba.

    Berbagai suguhan minuman hangat khas kawasan dataran tinggi seperti Wedang Jahe, Susu Jahe, Susu Tape Ketan, Teh Tubruk Gulo Batu, dan tentunya minuman standar seperti teh dan kopi, juga tersedia di Pawon Purba ini.

    Harga Makanan dan Minuman di Pawon Purba

    Harga semua menu yang ditawarkan oleh Pawon Purba terhitung sangat murah. Nasi / Tiwul dengan sayur sepuasnya bisa kita nikmati dengan harga hanya Rp. 12.000,-. Plihan lauk tradisional harganya mulai dari Rp. 1.000 (Tempe Garit) hingga Rp. 8.000,- (Nila Goreng). Jajanan seperti Pisang Goreng, Mendoan, Jadah, Cemplon, Singkong, dsb, harganya berkisar dari Rp. 4.000 hingga Rp. 6.000,-. Untuk minuman, yang paling mahal adalah Cokelat Nglanggeran; Rp. 10.000,- per gelas. Pilihan minuman lain, harganya hanya berkisar dari Rp. 2.000,- hingga Rp. 6.500,- saja.

    Menu Nasi Tiwul di Pawon Purba Nglanggeran

    Terjangkau sekali bukan, harga-harganya? :) Pawon Purba bisa menjadi pilihan menarik untuk dicoba bila Anda sedang berlibur ke Jogja. Suasana, pamandangan indah Gunung Api Purba, dan keunikan menu-menu tradisional yang ditawarkan, benar-benar menjanjikan pengalaman baru dalam berkuliner.

  •  

     

  •  
    Jam Buka: 08.00 – 21.00 WIB

     

Located in Blog