Author: @LiburanJogja

Istana Ratu Boko


  • Istana Ratu Boko merupakan salah satu situs purbakala nan cantik yang terletak sekitar 2.5km di Selatan Candi Prambanan.

    Secara historis, Istana Ratu Boko ini diperkirakan dibangun sekitar abad ke 8 masehi. Keberadaannya tercantum dalam Prasasti Abhayagiri Wihara yang berangka tahun 792 M. Nama “Ratu Baka” berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Boko (bahasa Jawa, arti harafiah: “raja bangau”) adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada kompleks Candi Prambanan. Kompleks bangunan ini dikaitkan dengan legenda rakyat setempat: Lara Jonggrang.

    Secara administratif, Istana Ratu Boko berada di dusun Samberwatu (Desa Sambirejo) dan dusun Dawung (Desa Bokoharjo) kecamatan Prambanan, Kab Sleman, Yogyakarta. Terletak di atas ketinggian 195.75 MDPL dengan luas sekitar 160.898 m2 membuat Istana Ratu Boko memiliki pemandangan yang menakjubkan.

    Di Istana Ratu Boko banyak di jumpai peninggalan arkeologi seperti gapura istana, ruang pembakaran, pemandian, dan arca yang benar-benar menakjubkan.

    Secara arkeologi, Istana Ratu Boko dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu istana sebelah bukit barat dan timur. Komplek yang berada di sebelah barat berupa jalan setapak, saluran air, kolam-kolam dan fragmen gerabah baik lokal maupun asing. Sementara di bagian timur terbagi lagi menjadi tiga yaitu kelompok tenggara, barat dan timur.

    Sisa istana yang berada di sebelah barat menyimpan beberapa peninggalan seperti candi batu putih, gapura 1 dan gapura 2, tempat pembakaran, talut, tempat penampungan air, konstruksi umpak dan dua buah batur paseban. Letaknya berada di depan komplek persis ketika kita masuk pertama ke Istana Ratu Boko.

    Sisa istana yang berada di tenggara berisikan bangunan pendopo, beberapa buah batur candi, miniatur candi, beberapa kolam keputren, dan dua buah batur keputren. Sedang di sisi timur istana terdapat Goa Lanang (laki), Goa Wadon (perempuan), kolam penampungan dan tangga.

    Karena keindahan arsitektur dan landscape-nya, Istana Ratu Boko sering sekali menjadi lokasi untuk foto pre-wedding bagi pasangan-pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.

    Kita dapat menikmati keindahan matahari terbenam di Istana Ratu Boko ini. Mahakarya agung sang pencipta.

  •  

     

Located in Blog

Candi Prambanan

  • Candi Prambanan

    Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi oleh Raja-raja Wamca (Dinasty) Sanjaya. Candi Prambanan merupakan kompleks percandian dengan candi induk menghadap ke timur, dengan bentuk secara keseluruhan menyerupai gunungan pada wayang kulit setinggi 47 meter. Candi Prambanan sering disebut juga dengan nama Candi Rara Jonggrang, karena keberadaan dongeng cerita rakyat jawa yang menyertainya. Kompleks candi ini pertama kali ditemukan oleh C.A Lons dari Belanda, tahun 1733 M.

    Candi Prambanan dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu. Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna ‘Rumah Siwa’), dan memang di ruang utama candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.

    Candi Prambanan Temple

    Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, Candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.

    Bangunan dan Relief Candi

    Kompleks Candi Prambanan terbagi menjadi tiga halaman yang terpusat, yang dihubungkan dengan gapura yang berada di keempat sisinya. Halaman luarnya dikelilingi tembok pagar berukuran 390m x 390m. Halaman tengah dikelilingi oleh tembok pagar berukuran 220m x 220m. Halaman pusat dikelilingi oleh pagar berukuran 110m x 110m.

    1. Candi Siwa
    2. Candi Siwa adalah candi induk dari kompleks Candi Prambanan. Terdiri dari 4 bilik yang masing-masing memiliki Arca. Arca Agastya sebagai Siwa Mahaguru, Arca Ganesha sebagai anak dari Dewa Siwa, Arca Durga sebagak Cakti Siwa, dan Arca Siwa Mahadewa sebagai arca utama. Atap candi Siwa memiliki banyak tingkat yang masing-masing dihiasi dengan beberapa hiasan ratna.

    3. Candi Brahma
    4. Candi Brahma memiliki bentuk dan tata letak yang mirip dengan Candi Siwa, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Candi Brahma hanya memiliki 1 tangga masuk di sebelah timur. Di dalamnya terdapat 1 bilik yang berisi Arca Brahma.

    5. Candi Wisnu
    6. Candi Wisnu secara keseluruhan memiliki bentuk, tata letak, dan ukuran yang mirip dengan Candi Brahma. Candi Wisnu juga hanya memiliki 1 tangga masuk di sebelah timur. Di dalamnya terdapat 1 bilik yang berisi Arca Wisnu.

    7. Candi Nandi
    8. Berbeda dengan Candi Brahma dan Wisnu yang menghadap ke timur, Candi Nandi menghadap ke arah Barat. Di dalamnya terdapat 1 bilik yang berisi Arca Nandi. Kita dapat menemukan relief-relief mengenai Dewa Surya dan Dewa Candra di candi ini. Kedua dewa tersebut digambarkan sedang mengendarai kereta kuda.

    9. Candi Garuda
    10. Candi Garuda berada di depan Candi Wisnu dan merupakan candi pendamping bagi Candi Wisnu. Candi ini berkisah tentang manusia berwujud burung yang bernama Garuda. Burung bertubuh emas ini digambarkan memiliki wajah putih, dengan sayap dan paruh layaknya elang. Sosok ini merupakan replika “Bennu” yang bermakna terbit atau bersinar. Dalam Kitab Adiparwa diceritakan bahwa garuda merupakan burung gagah berani yang dijadikan kendaraan sekaligus lambang panji-janji Dewa Wisnu.

    11. Candi Angsa
    12. Candi Angsa berada di depan Candi Brahma dan merupakan candi pendamping bagi Candi Brahma.

    13. Candi Apit
    14. Disebut Candi Apit karena secara simbolis mengapit 2 deretan candi yang berada di sisi timur dan baratnya. Candi Apit merupakan sepasang candi yang saling berhadapan. Letaknya berada di di ujung selatan dan ujung utara lorong di antara kedua barisan candi besar. Kedua candi ini berbentuk bujur sangkar dengan luas 6 m2 dan ketinggian 16 m. Masing-masing memiliki 1 tangga masuk, dan tidak terdapat selasar di kedua permukaan kaki candi ini.

    15. Candi Kelir
    16. Candi Kelir merupakan 4 candi kecil yang terletak di 4 penjuru mata angin, tepat di balik pintu masuk halaman pusat Candi prambanan. Konon, fungsinya adalah sebagai penjaga atau penolak bala.

    17. Candi Sudut
    18. Sama seperti Candi Kelir, Candi Sudut merupakan 4 candi kecil yang tidak memiliki tangga masuk. Hanya saja, letaknya berada di setiap sudut halaman pusat Candi prambanan.

    Candi Prambanan Temple

    Kompleks candi Prambanan memiliki total 240 Candi, yang terdiri dari: 3 Candi Trimurti (Candi Siwa, Wisnu, dan Brahma), 3 Candi Wahana (Candi Nandi, Garuda, dan Angsa), 2 Candi Apit (terletak antara barisan candi-candi Trimurti dan candi-candi Wahana di sisi utara dan selatan), 4 Candi Kelir (terletak di 4 penjuru mata angin tepat di balik pintu masuk halaman pusat), 4 Candi Patok (terletak di 4 sudut halaman pusat), 224 Candi Perwara (tersusun dalam 4 barisan konsentris dengan jumlah candi dari barisan terdalam hingga terluar).

    Pintu masuk ke kompleks bangunan ini terdapat di keempat arah penjuru mata angin, akan tetapi arah hadap bangunan ini adalah ke arah timur, maka pintu masuk utama candi ini adalah gerbang timur. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil.

    Candi ini dihiasi oleh relief naratif yang menceritakan epos Hindu; Ramayana dan Krishnayana. Relief berkisah ini diukirkan pada dinding sebelah dalam pagar langkan sepanjang lorong galeri yang mengelilingi tiga candi utama.

    Relief Ramayana yang bisa banyak kita temukan di Candi Siwa ini menggambarkan bagaimana Shinta, istri Rama, diculik oleh Rahwana. Panglima bangsa wanara (kera), Hanuman, datang ke Alengka untuk membantu Rama mencari Shinta. Kisah ini juga ditampilkan dalam Sendratari Ramayana, yaitu pagelaran wayang orang Jawa yang dipentaskan secara rutin di panggung terbuka Trimurti setiap malam bulan purnama. Latar belakang panggung Trimurti adalah pemandangan megah tiga candi utama yang disinari cahaya lampu.
    Ramayana Ballet di Candi Prambanan Temple

    These ancient masterpieces of Hindu architecture are adorned with bas-reliefs depicting the famous Ramayana story.

    Secara umum, relief-relief yang terdapat di Candi Prambanan bisa di bagi ke dalam 2 kategori:

    1. Relief-relief Naratif
    2. Relief-relief naratif mencakup relief kisah Ramayana di Candi Siwa dan Brahma, serta relief kisah Krishna di Candi Wisnu.

    3. Relief-relief Perlambang
    4. Relief-relief perlambang menggambarkan kisah masing-masing Dewa yang ada di Candi Prambanan beserta para pengiringnya. Seperti relief Astadikpala (panjaga arah mata angin) yang terpadah di dinding luar Candi Siwa, dan Siwa Tandawa, yang merupakan gambar gerakan-gerakan tarian sarat makna, seperti penciptaan, kesuburan, dan juga kehancuran.

    Jam Buka dan Lokasi

    Lokasi Kompleks Candi Prambanan terletak di 2 wilayah administrasi yang berbeda. Yaitu kecamatan Prambanan – Sleman, dan kecamatan Prambanan – Klaten. Kurang lebih sekitar 17 kilometer sebelah timur laut kota Jogja. Jarak tempuhnya sekitar 30 hingga 40 menit dari pusat kota Jogja. Sama seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan merupakan magnet bagi para wisatawan untuk berkunjung ke Jogja.

    Jam buka Candi Prambanan adalah dari pk. 06.00 WIB sampai pk. 17.00 WIB. Berkunjung ke Candi Prambanan di sore hari adalah salah satu opsi yang menarik, karena kita bisa sekalian menikmati keindahan matahari terbenam dan suasana senja dari dalam candi.

    Candi Prambanan Temple

     


  •  
  •  

     

 

Located in BlogTagged with: ,

Tamansari

  • Tamansari

    Tidak perlu bingung bila ingin mencari obyek wisata menarik tapi tidak jauh dari pusat kota Jogja. Di dalam area Jeron Benteng Keraton Jogja, ada Istana Air Tamansari, yang popularitasnya juga terkenal hingga ke mancanegara. Obyek wisata heritage ini hanya 10 menit jaraknya bila kita berjalan kaki dari Keraton Jogja.

    Istana Taman sari

    Tamansari dulunya adalah tempat rekreasi bagi Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat beserta para keluarganya dan juga seluruh kerabat istana. “Tempat mandinya Sultan”, begitu kalau kata pemandu-pemandu yang banyak terdapat di kawasan yang sudah menjelma menjadi kampung wisata ini.

    Nama Tamansari berasal dari bahasa Jawa, artinya adalah taman yang indah. Bangunan bersejarah ini memang memiliki kolam pemandian yang dulunya diperuntukkan khusus untuk Sultan dan keluarganya.

    Istana Air Tamansari terletak di sekitar 500 meter barat daya dari Keraton Jogja. Dibangun pada jaman Sultan Hamengku Buwana I, tepatnya pada tahun 1758, sebagai perlambang untuk kejayaan Raja Mataram. Kompleks ini dibangun secara bertahap dengan luas lebih dari 10 hektar, dengan total terdapat 57 bangunan di dalamnya. Dari sejak awal pembangunannya, Tamansari memang dibangun sebagai tempat rekreasi, kolam pemandian, dan pesanggrahan bagi Sultan dan Keluarganya.

    Bangunan-bangunan Tamansari

    Bangunan Tamansari memiliki keunikan dan nilai arsitektur yang cukup tinggi pada jamannya. Dikelilingi oleh segaran (danau buatan) dengan wewangian dari bunga-bunga terletak di “pulau-pulau” kecil buatan yang tersebar di dalamnya. Mungkin ini yang menjadi alasan tempat ini juga sering disebut dengan nama Istana Air (Water Castle) Tamansari.

    Desain awal Tamansari didasarkan pada gagasan Sri Sultan HB I yang diterjemahkan dalam gambaran teknis oleh arsitek dari Sulawesi yang berkebangsaan Portugis. Tamansari sendiri didirikan di atas sebuah mata air yang dikenal dengan nama Umbul Pacethokan.

    Meski dibangun oleh arsitek berkebangsaan Portugis dengan konstruksi akuatik, Tamansari juga dihiasi oleh ornamen-ornamen bercorak Jawa. Perpaduan antara Jawa dan Portugis pun tampak di seluruh 57 bangunan yang ada di Tamansari. Bangunan-bangunan tersebut terdiri dari kolam pemandian, kanal-kanal air, kamar-kamar untuk meditasi, masjid, kolam renang, serta 18 taman air dan paviliun yang dikelilingi oleh danau buatan.

    Kolam Taman sari

    Kompleks Bangunan Tamansari terbagi menjadi 3 bagian utama, yaitu:

    1. Kolam Pemandian
    2. Kolam Pemandian yang terdiri dari 2 kolam yang terpisah ini adalah tempat rekreasi bagi keluarga Keraton Jogja. Area kolam ini juga dilengkapi dengan bangunan dua tingkat yang berada di ujung kolam bagian dalam. Dari bangunan yang menghadap ke kolam ini para Sultan di jaman dulu biasanya mengamati perempuan-perempuan yang mandi di kolam bagian luar. Lalu Sultan akan memilih salah satu atau beberapa perempuan tersebut dan meminta mereka untuk menemaninya mandi di kolam bagian dalam. Kolam ini juga dikelilingi oleh beberapa pot tanaman sehingga membuatnya semakin tampak asri.

    3. Pulau Kenanga atau Cemeti
    4. Pulau Kenanga atau Cemeti adalah perpaduan dari beberapa bangunan, yaitu sebuah pulau, Sumur Gemuling, dan terowongan-terowongan bawah tanah. Dinamai Pulau Kenanga karena di lokasi ini banyak ditanami pohon-pohon kenanga yang menyebarkan semerbak harumnya bunga kenanga ke seluruh areal pulau.

      Pulau buatan tersebut sebenarnya adalah bangunan-bangunan tinggi yang digunakan sebagai ruang peristirahatan. Bangunan ini akan menjadi satu-satunya bangunan yang berada di atas air bila kanal-kanal air yang ada dibuka dan air membanjiri area ini sehingga akan tampak seperti bunga teratai yang mengapung di tengah kolam.

      Selain sebagai tempat peristirahatan dan rekreasi, Tamansari dulunya memang juga dipergunakan sebagai tempat persembunyian. Keberadaan lorong-lorong dan ruangan-ruangan tersembunyi di area bawah tanah Tamansari membuatnya dapat digunakan sebagai tempat persembunyian bagi keluarga dan kerabat kerajaan ketika mendapat serangan dari musuh. Ketika ada serangan dari musuh, seluruh keluarga dan kerabat Keraton akan bersembunyi di lorong-lorong bawah tanah Tamansari. Setelah semua anggota keluarga dan kerabat sudah aman dan berada di dalam, kanal-kanal air akan dibuka, sehingga dalam sekejap, air akan membanjiri lingkungan Tamansari – termasuk jalan-jalan masuknya – dan dapat menenggelamkan musuh yang sudah menyerang masuk.

      Untuk mencapai tempat ini saat air masih mengelilingi pulau, Sultan pada jaman dahulu biasanya menggunakan perahu pribadi, melalui Kreteg Gantung. Sisa-sisa bangunan ini masih dapat dilihat walau sudah nyaris tak terlihat bentuk aslinya.

      Sumur Gemuling yang masih termasuk bagian dari Pulau Kenanga merupakan bangunan yang dibangun dengan konstruksi mirip sumur. Di dalamnya terdapat beberapa ruangan yang dulunya difungsikan sebagai ruang doa bagi keluarga Keraton.

      Terowongan-terowongan rahasia yang ada di sekitarnya adalah terowongan yang menuju ke Kraton. Menurut legenda, terowongan ini merupakan terowongan yang juga menghubungkan Keraton Jogja dengan Laut Selatan, Kerajaan Kanjeng Ratu Kidul – yang dipercaya sebagai istri ghaib dari Sultan Jogja dari generasi ke generasi, dan dipercaya sebagai jalan Sultan untuk menuju ke tempat pertemuan dengan istri ghaibnya tersebut.

    5. Ruang Keramat
    6. Seperti namanya, Ruangan Keramat merupakan ruangan yang dikeramatkan. Dulunya ruangan ini merupakan tempat untuk bertapa bagi Sultan dan keluarganya.

    Gempa, Renovasi, dan Tamansari Kini

    Tamansari sudah tidak lagi digunakan setelah terjadinya sebuah gempa tektonik pada 10 Juni 1867 yang menghancurkan beberapa bangunan dan mengeringkan taman air yang ada. Menurut sejarah, sejak gempa tektonik pada tahun 1867 tersebut, Tamansari baru mulai direnovasi pada tahun 1977. Bangunan-bangunan Tamansari yang tertimbun akibat gempat dibongkar, namun hanya sedikit bagian dari bangunan keseluruhan Tamansari yang bisa diselamatkan. Seiring berjalannya waktu, penghuni-penghuni liar mulai berdatangan dan membangun rumah di bekas danau buatan. Daerah inilah yang saat ini dikenal dengan Kampung Taman, yang juga terkenal dengan kerajinan batiknya.

    Gempa besar yang terjadi di wilayah Jogja pada tahun 2006 kembali merubuhkan bangunan-bangunan yang ada di Tamansari. Renovasi-pun kembali dilakukan. Berbagai tahapan tenovasi yang dilakukan setelah gempa tahun 2006 membuat Tamansari kini kembali tampil cantik. Hampir semua bangunan yang hancur karena gempa diperbaiki, diperkuat, dan dilapis ulang. Taman-tamannya pun dipercantik, sehingga tampak asri dan segar di mata.

    Taman di Taman sari

    Walau saat ini terhimpit oleh rumah-rumah penduduk, Tamansari beserta Kampung Taman yang mengelilinginya sangat menarik untuk dikunjungi saat Anda berlibur di Jogja.

    Siapkan kamera dan pose terbaik Anda. Keunikan serta keindahan bangunan-bangunan dan arsitektur dari Istana Air Tamansari ini sangat menggoda untuk diabadikan dalam bingkai foto.

    Harga Tiket Masuk dan Pemandu Wisata

    Harga Tiket Masuk Tamansari sangat terjangkau. Hanya dengan mengerluarkan Rp. 5.000,- saja, Anda dapat mengintip kemegahan taman raja dari masa lalu ini. Untuk jasa pemandu wisata, tidak ada harga tetap yang tercantum, sifatnya sukarela. Saran kami, Rp. 50.000,- sepertinya cukup layak untuk membayar jasa guide berdurasi sekitar 1 jam ini. Bila Anda sangat terkesan dengan pemandu yang menemani dan mengantarkan Anda berkeliling Tamansari, silahkan membayar lebih ;)

    Sumber: Harga Tiket Masuk Obyek Wisata Jogja.

    Jam Buka dan Lokasi

    Tamansari buka setiap hari di jam 09.00 WIB – 15.30 WIB, setiap harinya.

    Lokasinya tidak jauh dari Keraton Jogja. Bila menggunakan kendaraan bermotor, kita harus memutar sedikit melewati kampung Ngasem, sekitar 5-10 menit perjalanan. Bila mau, kita bisa langsung berjalan kaki dari sisi selatan Keraton. Ada jalan tembus yang bisa kita lewati untuk menuju ke Tamansari sembari menikmati suasana di dalam Benteng Keraton.

  •  
    Jam Buka: 09.00 WIB – 15.30 WIB

     

 

Located in Blog

Candi Borobudur, Magelang

  • Candi Borobudur

    Borobudur adalah candi Buddha yang didirikan sekitar tahun 750-800-an Masehi pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Ya, Candi Borobudur dibangun jauh sebelum Candi Angkor Wat di Kamboja yang baru dibangun pada pertengahan abad ke-12 oleh Raja Suryavarman II.

    Sesuai dengan arti namanya, Bara yang berarti kompleks biara dan Budur yang berarti atas, Candi Borobudur terletak di atas sebuah bukit. Tampak besar dan megah, bahkan dari kejauhan. Kita memang harus berjalan kaki dulu melewati taman yang cantik sekitar 5-10 menit dari pintu masuk untuk sampai ke candi yang sangat megah ini.

    Menurut sejarah, Candi Borobudur ini proses pembangunannya memakan waktu selama 92 tahun (jauh lebih lama daripada Candi Angkor Wat yang pembangunannya ‘hanya’ memakan waktu sekitar 30 tahun). Pada saat itu, tempat ibadah yang memang dibentuk seperti bunga teratai itu, tampak seperti bunga teratai di tengah-tengah danau bila kita melihat dari ketinggian. Sayangnya, gempa dan letusan gunung berapi yang sangat besar pada masa lampau yang sempat membuat candi ini terkubur membuat danau di sekitar candi yang megah ini hilang.

    Untuk mengelilingi kompleks Candi Borobudur dibutuhkan waktu yang tidak sedikit, karena candi ini memang terletak di lahan yang sangat luas dan penuh dengan detail yang menarik.

    Bangunan dan Relief Candi

    Bangunan Candi Borobudur terbagi menjadi 10 tingkat dalam bentuk punden berundak, dan 6 teras berbentuk bujur sangkar. 10 tingkat bangunan Candi Borobudur tersebut melambangkan tahapan dan proses hidup manusia. Sedangkan 6 teras berbentuk bujur sangkar yang di atasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.

    Pada setiap tingkatan terukir relief-relief indah yang menggambarkan kisah-kisah dan ajaran Buddha yang pada masa itu menjadi agama kepercayaan masyarakat sekitar. Dalam sejarahnya, Candi Borobudur memang dibangun untuk tempat ibadah bagi umat Buddha pada jaman Dinasti Syailendra. Dengan bantuan pemandu wisata yang banyak tersedia di lokasi, cerita lengkap mengenai kisah dan ajaran Buddha tersebut dapat kita nikmati sembari berjalan berkeliling Candi Borobudur.

    Candi Borobudur

    This is one of world’s truly great ancient monuments, the single largest Buddhist structure anywhere on earth, and few who visit fail to be taken by both the scale of place, and the remarkable attention to detail that went into the construction.

    Candi Borobudur juga dihiasi oleh stupa-stupa. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

    Selain menjadi simbol tertinggi dari agama Buddha, stupa dari Borobudur adalah replika dari jagad raya. Hal itu menyimbolkan mikro-kosmos, yang terbagi menjadi 3 tingkat. Tingkat pertama adalah dunia manusia dimana keinginan dipengaruhi oleh impuls negatif. Tingkat kedua, dunia dimana manusia telah dapat mengendalikan impuls negatifnya dan menggunakan impuls positifnya. Dan di tingkat ketiga, tingkat paling tinggi, dimana dunia manusia tak lagi dibatasi oleh hal-hal fisik dan keinginan-keinginan.

    Mengunjungi Candi Borobudur, kita akan merasa takjub dengan kemegahan candi yang memliki relief sepanjang 6 kilometer ini.

    Lantai paling atas dari Candi Borobudur merupakan tempat yang sangat nyaman untuk menenangkan dan menyegarkan diri, serta untuk beristirahat sejenak setelah perjalanan mengelilingi Candi Borobudur dari sejak lantai pertama. Karena, tak hanya stupa-stupa, pemandangan alam sekitar dari tingkat ini pun sangat indah.

    Jam Buka dan Lokasi

    Lokasi Candi Borobudur terletak di daerah Magelang, Jawa Tengah. Kurang lebih sekitar 40 km di sebelah barat laut kota Jogja. Jarak tempuhnya sekitar 1 jam, dari kota Jogja. Walau terletak di luar kota Jogja, dan tidak termasuk di dalam wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Candi Borobudur merupakan tujuan wisata yang tak boleh dilewatkan bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Jogja.

    Candi Borobudur memang memiliki magnet yang luar biasa besar bagi wisatawan untuk berkunjung ke Jogja. Tidak hanya wisatawan asing, tapi juga lokal.

    Jam buka reguler Candi Borobudur adalah dari pk. 06.00 WIB sampai pk. 17.00 WIB. Khusus untuk kunjungan sunrise, loket dan pintu masuk Candi Borobudur sudah dibuka sejak pk. 04.00 WIB.

    Candi Borobudur Sunrise

    Kalo kata @LiburanLokal, mengunjungi Candi Borobudur paling keren waktu sunrise, view dan suasananya beda banget.

    Sebagai tambahan informasi, @LiburanJogja memiliki Paket Wisata Sepeda di kawasan Borobudur. Paket wisata sepeda ini sangat difavoritkan oleh para tamu tour @LiburanJogja yang mengambil paket outing untuk kantornya.

  •  

 

Located in BlogTagged with: ,

Sate Klathak: Kolaborasi Lezat Daging Kambing dan Ruji Sepeda

  • Sate Klathak

    Di sekitaran Pasar Jejeran (Imogiri, Bantul), kita bisa menemukan banyak warung sate berlabel “Sate Klathak”. Apa sebenarnya Sate Klathak itu?

    Sate Klathak sebenarnya adalah sate kambing biasa yang dibakar dengan bumbu gurih. Campuran bumbunya hanya garam dan bawang. Yang unik, Sate Klathak menggunakan ruji sepeda (yang sudah ditajamkan ujungnya) sebagai tusuk satenya. Karakter besi yang mudah menyerap dan menyimpan panas membuat daging yang dibakar dapat cepat matang hingga ke bagian dalam.

    Sate Klathak adalah sate daging kambing dengan bumbu gurih

    Tidak seperti sate pada umumnya, Sate Klathak dibakar di atas Anglo. Ukuran dagingnya cukup besar, dan hanya dibumbui garam. Ruji sepeda yang digunakan sebagai tusuk sate memberi jaminan daging akan matang sampai ke dalam tanpa perlu dibakar dalam waktu lama hingga nampak kehitaman seperti biasanya. Mungkin ini yang membuat daging Sate Klathak selalu terasa empuk dan tidak alot. Rasa gurihnya pun terasa rata sampai ke dalam.

    Karena ukurannya cukup besar dibandingkan sate kambing pada umumnya, 1 porsi Sate Klathak biasanya hanya berisi 2-4 tusuk saja. Cukup mengenyangkan kok. Sebagai pendamping, anda akan mendapatkan kuah gule yang gurih. Sebuah pendamping yang tepat untuk menikmati gurihnya daging dari Sate Klathak yang disaijkan.

    Sate Klathak Kini

    Pada awalnya, Sate Klathak ini hanya ada di dalam Pasar Jejeran, namun kemudian menyebar di sepanjang jalan Imogiri Timur. Saat ini, kita sudah tidak bisa menemukan lagi warung Sate Klathak asli yang ada di dalam Pasar Jejeran, namun semakin banyak warung Sate Klathak yang bisa kita temukan di sekitar jalan Imogiri Timur. Yang terkenal, ada Pak Pong, Pak Bari, dan Mak Adi. Di luar itu, masih ada Pak Jeje, Pak JeDe, dan masih banyak lagi yang lainnya. Membakarnya pun sekarang banyak yang sudah tidak lagi menggunakan Anglo.

    Karena sudah sangat populer, nyaris semua warung Sate Klathak yang ada di sekitar jalan Imogiri Timur kini selalu ramai dipadati pengunjung. Bahkan saat tidak di musim liburan.

  •  

    Lokasi Sate Klathak Pak Pong

    Lokasi Sate Klathak Pak Bari

    Lokasi Sate Klathak Mak Adi

     

Located in Blog

Mbah Mo, Ikon Kuliner Bakmi Jawa dari Bantul

  • Mbah Mo

    Nama Mbah Mo memang telah menjadi salah satu ikon kuliner bakmi Jawa di Jogja. Yang istimewa dari Bakmi Mbah Mo adalah rasa gurihnya. Tidak seperti Bakmi Jawa pada umumnya, paling tidak dari yang umumnya ada di Jogja, yang seringnya dimasak manis. Bakmi Mbah Mo memang menawarkan citarasa yang berbeda. Campuran telur bebek dan kaldu dari ayam kampung dalam racikan bumbunya memang memberikan sentuhan citarasa gurih yang khas dalam rasa bakmi-nya.

    Warung Bakmi Mbah Mo

    Sepeti kuliner-kuliner lain yang legendaris di Jogja, Anda harus siap untuk bersabar menunggu antrian bila ingin mencicipi Bakmi Jawa Mbah Mo ini. Kita bisa harus menunggu sampai satu jam terhitung dari sejak waktu kita memesan hingga pesanan kita siap tersaji di meja kita.

    Menu Andalan Kami di Bakmi Mbah Mo

    Semuanya! ;) Ya nyaris semua varian masakan bakmi di Bakmi Mbah Mo ini kami menyukainya. Bakmi Goreng, Bakmi Nyemek, dan Bakmi Rebus, semuanya cocok di lidah kami. Rasa gurih kaldu yang meresap ke bakmi-nya benar-benar membuat kami selalu ingin menambah porsi makan :)

    Warung Bakmi Jawa Mbah Mo

    Belum lagi pilihan daging, balungan, atau rempela yg bisa menjadi ‘lauk’-nya. Cocok untuk penghobi wisata kuliner yang masih tidak perlu banyak memikirkan tentang kolesterol ;)

    Selain bakmi-nya, di warung Bakmi Mbah Mo ini juga ada minuman favorit kami: Jeruk Jahe Hangat. Walau awalnya terdengar aneh, minuman jeruk jahe ini ternyata sangat nikmat dan unik. Ada rasa kecut, manis, hangat, dan segar. Bisa membuat badan serasa segar sekaligus menghangatkan badan dari dinginnya angin malam di warung ini.

    Jangan lupa juga untuk mencicipi rambaknya, sembari menunggu pesanan datang. Kenikmatan rambak di warung Bakmi Mbah Mo ini menurut kami paling enak di antara semua rambak yang pernah kami temukan di Jogja. Bisa bikin kecanduan dan terus mengambil ;)

    Rata-rata Harga Menu di Warung Bakmi Mbah Mo

    Rata-rata harga menu makanan di Bakmi Mbah Mo ini berkisar dari harga Rp. 20.000 (menu bakmi standar) hingga Rp. 30.000 (menu bakmi spesial). Sedangkan untuk minumannya, mulai dari harga Rp. 4.000 hingga Rp. 12.000.

    Jam Buka dan Lokasi Warung Bakmi Mbah Mo

    Hasrat untuk mencicipi kelezatan racikan bakmi ala Mbah Mo ini memang harus disertai dengan niat yang kuat. Lokasinya berada di Desa Code, Bantul (daerah Jogja Selatan). Sekitar 40 menit hingga 1 jam perjalanan dari tengah kota, tapi sangat layak untuk ditempuh.

    Untuk mencapai warung Bakmi Mbah Mo ini, kita harus benar-benar fasih menggunakan google-map karena lokasinya yang masuk ke dalam perkampungan.

    Selain masalah letak, banyaknya penggemar membuat antrian yang terjadi kadang sulit untuk dipercaya. Ya, antrian di Mbah Mo ini bisa mencapai 2 jam di akhir pekan atau saat musim liburan bila kita datangnya lebih dari jam 7 malam.

    Antrian yg panjang di warung Mbah Mo memang bukan hal yang aneh. Di warung Mbah Mo ini, pesanan yg masuk dimasak satu per satu, di atas tungku arang. Tips: Bila tidak ingin mendapatkan antrian yg lama, saran kami, datanglah sekitar pk. 17:00, saat warung baru mulai buka ;)

    Jam Buka: 17.00 – Tengah Malam (kecuali bila sudah habis terlebih dahulu)

    Bakmi Mbah Mo

    Update: Sejak sekitar tahun 2018 kemarin, Bakmi Mbah Mo juga bisa ditemukan di Rumah Makan Teras Jawa, di Jl. Palagan (Jogja Utara).

  •  
    Jam Buka: 17.00 – Tengah Malam (kecuali bila sudah habis terlebih dahulu)

     

Located in Blog

Pawon Purba: Sensasi Kuliner Desa dengan Pemandangan Indah Gunung Api Purba Nglanggeran

  • Pawon Purba

    “Apik, cah!”. Kata-kata itu yang terucap pertama dari kami semua, saat kami turun dari mobil. Kami datang ber-enam, tergoda dengan foto-foto yang tersebar di instagram dan facebook Pawon Purba. Pawon Purba, seperti namanya, terletak di kaki Gunung Api Purba, Desa Nglanggeran.

    Pemandangan dari Pawon Purba Nglanggeran

    Pawon Purba merupakan kreasi terbaru dari jawara desa wisata andalan Kementrian Pariwisata ini. Warung makan ini memiliki keunggulan-keunggulan absolut yang sulit untuk bisa ditiru oleh warung lain: Pemandangan indah Gunung Api Purba dengan hamparan sawah terasiring di bawahnya.

    Menu Andalan Pawon Purba

    Keterbatasan, sering membuat masyarakat menjadi kreatif dalam menyikapi situasinya. Kabupaten Gunungkidul adalah salah satu wilayah yang kuliner tradisionalnya berangkat dari keterbatasan. Tiwul adalah salah satu bukti dari hasil kreatifitas karena adanya keterbatasan tersebut.

    Kondisi alam di Gunungkidul dan wilayah-wilayah di sekitarnya memang tidak ramah bagi sembarang tanaman. Didominasi oleh perbukitan kapur dan tanah yang tandus membuat hanya tanaman-tanaman tertentu yang dapat tumbuh di wilayah tersebut.

    Sebelum adanya inovasi Padi Gogo yang tidak membutuhkan banyak air, padi tidak dapat tumbuh sehat di wilayah-wilayah ini. Masyarakat kemudian menggantungkan hidupnya pada Ketela, salah satu tanaman yang cocok bagi kondisi alam wilayah ini. Diolah dengan cara yang sederhana sehingga dapat disimpan dan bertahan lama, Ketela menjadi bahan pangan pokok bagi masyarakat Gunungkidul dan wilayah-wilayah di sekitarnya. Mirip beras.

    Karena keterbatasan yang ada, kreatifitas muncul di kalangan masyarakat yang tinggal di wilayah ini. Ketela yang dikeringkan dengan cara dijemur setelah dikupas terlebih dahulu mereka namai dengan sebutan Gaplek. Gaplek kemudian ditumbuk sampai halus, hingga dapat menjadi tepung. Kreatifitas terus berlanjut. Tepung tersebut kemudian dikukus hingga matang, hingga akhirnya menjadi makanan pengganti nasi masyarakat pada jaman dulu: Tiwul.

    Tiwul memiliki citarasa yang khas: rasa dan aroma alami dari Ketela. Kandungan kalorinya lebih rendah dari Beras. Teksturnya yang pulen dan menggumpal memberikan sensasi tersendiri saat kita menyantapnya.

    Tiwul ini yang menjadi salah satu menu andalan Pawon Purba, warung makan milik salah satu penggiat utama Pokdarwis Gunung Api Purba Nglanggeran.

    Menu Nasi Tiwul di Pawon Purba Nglanggeran

    Selain Tiwul, Nasi Merah juga tersedia di sini. Pilihan lauk-nya juga tidak kalah menarik. Lauk tradisional seperti Tempe Garit, Tempe / Tahu Bacem, Telor Dadar, Pindang, Lele, dan Nila Goreng tersedia dengan harga yang sangat terjangkau.

    Jangan lupa mencoba Cokelat Nglanggeran. Minuman hasil olahan kebun cocoa yang dimiliki oleh Desa Nglanggeran sendiri ini rasanya bisa diadu dengan cokelat panas yang disajikan di restoran mewah atau hotel-hotel bintang 5.

    Jajanan dan Minuman di Pawon Purba

    Seperti layaknya warung dengan konsep tradisional lainnya, Pawon Purba juga menyajikan aneka jajanan tradisional seperti Pisang Goreng, Mendoan, Jadah, Cemplon, Singkong, bahkan Kacang dan Telo Rebus. Semua suguhan jajanan tradisional ini cocok menjadi teman berbincang santai sembari menikmati suasana khas desa dan pemandangan yang ada di Pawon Purba.

    Berbagai suguhan minuman hangat khas kawasan dataran tinggi seperti Wedang Jahe, Susu Jahe, Susu Tape Ketan, Teh Tubruk Gulo Batu, dan tentunya minuman standar seperti teh dan kopi, juga tersedia di Pawon Purba ini.

    Harga Makanan dan Minuman di Pawon Purba

    Harga semua menu yang ditawarkan oleh Pawon Purba terhitung sangat murah. Nasi / Tiwul dengan sayur sepuasnya bisa kita nikmati dengan harga hanya Rp. 12.000,-. Plihan lauk tradisional harganya mulai dari Rp. 1.000 (Tempe Garit) hingga Rp. 8.000,- (Nila Goreng). Jajanan seperti Pisang Goreng, Mendoan, Jadah, Cemplon, Singkong, dsb, harganya berkisar dari Rp. 4.000 hingga Rp. 6.000,-. Untuk minuman, yang paling mahal adalah Cokelat Nglanggeran; Rp. 10.000,- per gelas. Pilihan minuman lain, harganya hanya berkisar dari Rp. 2.000,- hingga Rp. 6.500,- saja.

    Menu Nasi Tiwul di Pawon Purba Nglanggeran

    Terjangkau sekali bukan, harga-harganya? :) Pawon Purba bisa menjadi pilihan menarik untuk dicoba bila Anda sedang berlibur ke Jogja. Suasana, pamandangan indah Gunung Api Purba, dan keunikan menu-menu tradisional yang ditawarkan, benar-benar menjanjikan pengalaman baru dalam berkuliner.

  •  

     

  •  
    Jam Buka: 08.00 – 21.00 WIB

     

Located in Blog

Kampung Flory: Dari Perkebunan, Taman Bermain, Kuliner Ndeso, Warung Kopi, hingga Paket Outbound

Ditulis oleh: Rizkie Nurindiani

  • Yogyakarta dikenal sebagai daerah tujuan wisata dengan kekayaan sejarah, budaya dan alamnya. Sejak 10 tahun yang lalu, destinasi wisata di Yogyakarta mulai berkembang pesat. Tujuan-tujuan wisata baru bermunculan dengan segala keunikannya. Salah satunya adalah Kampung Flory yang terletak di Kabupaten Sleman.

    Kampung Flory bermula dari keinginan Sudihartono di tahun 2016 untuk mempopulerkan kembali bertani agar anak muda tertarik. Ia memulainya dengan mendirikan Taruna Tani yang bergerak di bidang bunga hias. Kelompok Taruna Tani lantas mengembangkan perkebunan mereka dengan pariwisata. Awalnya hanya bekerja sama dengan kuliner, kini Kampung Flory berdiri di atas lahan seluas 6 hektar. Isinya tak lagi hanya tempat makan, namun penuh dengan berbagai wahana.

    Kampung Flory didirikan secara bertahap, pengelolaannya pun ada yang dipegang oleh Bumdes. Untuk menjadikan Kampung Flory sebagai kawasan wisata yang lengkap, Kampung Flory dibagi menjadi empat kawasan.

    1. Taruna Tani
    Kawasan Taruna Tani ini merupakan semacam showroom untuk hasil produk dari Kampung Flory, terutama di bunga hias dan souvenir. Tak hanya itu, Taruna Tani bekerjasama dengan Iwak Kalen menyediakan spot kuliner dengan menu utama ikan air tawar.

    2. Bali Ndeso
    Sesuai dengan namanya yang berarti kembali ke desa, Bali Ndeso merupakan kawasan kuliner dengan menu utama makanan desa, seperti ingkung dan aneka tumis sayuran. Di kawasan ini juga tersedia berbagai wahana outbound yang dikelola oleh Dewi Flory. Arena outbound ini berada di depan rumah makan Bali Ndeso.

    3. Puri Mataram
    Puri Mataram merupakan kawasan yang dikelola oleh Bumdes. Sebuah jembatan gantung disiapkan untuk menyeberangi sungai kecil yang memisahkan kawasan Puri Mataram dengan Bali Ndeso. Selain rumah makan yang buka setiap hari, di Puri Mataram juga terdapat Pasar Ndelik yang buka setiap hari Minggu pagi, yang menyediakan berbagai makanan tradisional hasil olahan masyarakat sekitar. Tak hanya kuliner, di Puri Mataram juga terdapat kebun bunga yang indah, lengkap dengan aneka spot selfie yang menarik. Bagi anak-anak, ada pula kebun kelinci dan marmut, di mana pengunjung dapat masuk dan bermain, serta memberi makan kelinci dan marmut.

    4. Kopi Keceh
    Kopi Keceh merupakan kawasan terbaru yang dibuka oleh Kampung Flory, letaknya tepat di sebelah Kali Bedog yang jernih. Di sini tersedia aneka kopi dan variannya yang dapat dipesan sambil menikmati pemandangan. Untuk makanannya, berbeda dengan ketiga kawasan lainnya, Kopi Keceh menyajikan berbagai menu seafood dan snack ringan. Di Kopi Keceh juga tersedia wahana bermain air dan memancing bagi anak-anak yang berkunjung.

    Yuk berlibur sejenak di Kampung Flory…!


  •  
  •  
    Alamat:
    Jugangpangukan, RT. 05 / RW. 11, Tridadi, Sleman
    Daerah Istimewa Yogyakarta, 55286

    Jam Buka: 09.00 – 21.00 WIB
    (Kopi Keceh : 09.00 – 17.00 WIB)

     

Located in Blog

Pinus Pengger, Tawarkan Gemerlap Lampu Kota Yogyakarta di Malam Hari

Ditulis oleh:Erkusharjanti


  • Pinus Pengger merupakan salah satu tempat wisata yang sedang sangat populer dan ramai dikunjungi oleh wisatawan. Tempat sederhana ini menyajikan pemandangan indah kota Yogyakarta dari ketinggian, terutama pada malam hari.

    Pinus Pengger mulai dibuka sebagai tempat wisata sejak bulan April tahun 2016. Dulunya, kawasan ini hanya dimanfaatkan warga setempat untuk mengambil getah dari pohon-pohon pinus yang banyak tersebar di sana. Namun karena getah sudah mulai mengering, warga berinisiatif untuk menjadikan tempat tersebut sebagai tempat wisata yang unik dan menarik.

    Sekilas, Pinus Pengger terlihat sama seperti hutan pinus lainnya. Namun, jika sudah masuk ke kawasan hutannya, pengunjung dikejutkan oleh beberapa hal unik.

    Dari area parkir mobil, kita harus naik melalui tangga kecil yang tidak terlalu tinggi untuk sampai ke area Pinus Pengger. Di sana banyak penjual makanan dan minuman yang berjajar rapi di pintu masuk. Mereka mulai berjualan sejak obyek wisata Pinus Pengger ini dibuka, sekitar pukul 06.00, dan tutup sekitar pukul 22.00, atau bahkan hingga tengah malam saat Pinus Pengger ditutup.

    Di antara deretan penjual makanan, terdapat sebuah tangga untuk masuk ke dalam kawasan Pinus Pengger. Kita harus melewati tangga yang cukup menguras tenaga untuk dapat melihat pemandangan yang lebih bagus.

    Sesampainya di atas, kita akan disambut dengan pintu masuk yang unik, terbuat dari anyaman semacam bambu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menarik perhatian pengunjung. Setelah melewati pintu masuk, pengunjung dapat menjelajahi hutan pinus. Di sana, terdapat beberapa meja dan kursi yang terbuat dari kayu serta terdapat ayunan yang bisa digunakan untuk bersantai.

    Kita dapat menemukan jembatan yang terhubung oleh dua pohon yang digunakan untuk melihat pemandangan, berfoto, dan juga bersantai. Jika ingin menaiki jembatan ini, kita cukup memasukkan uang sukarela ke dalam kotak yang sudah disediakan di pinggir tangga.

    Di sebelah jurang ada anyaman unik berbentuk seperti segitiga. Kita juga dapat menemukan anyaman berbentuk tangan raksasa. Spot ini tampak paling disenangi para pengunjung.

    Bagi pengunjung yang ingin bersantai, tidak perlu khawatir jika haus atau lapar karena banyak penjual. Mereka menjual aneka makanan seperti soto, bakso, dan lain sebagainya dengan harga terjangkau berkisar Rp. 8.000 – Rp. 12.000.

    Pinus Pengger ini paling ramai dikunjungi pada malam hari, karena kita bisa menikmati pemandangan indahnya lampu Kota Yogyakarta dari anyaman yang berbentuk tangan raksasa yang langsung menghadap pemandangan yang indah dengan lampu – lampu untuk mengabadikan momen.

    Jika anda datang sendirian atau kesusahan untuk mengabadikan foto, pengelola Pinus Pengger juga menyediakan jasa memfotokan. Tidak ada minimal order dan pengunjung tidak perlu khawatir akan harganya. Cukup dengan Rp. 4000 anda sudah bisa minta difotokan oleh pengelola.

    Buat yang suka berkemah, pengelola Pinus Pengger juga menyediakan lokasi untuk mendrikan tenda. Kita bahkan tidak perlu repot untuk membawa tenda dan makanan, karena pengelola Pinus Pengger menyediakan semua kebutuhan camping, seperti tenda, api unggun, dan jagung/ayam. Penyewaan tempat dipatok dengan harga Rp. 15.000/orang. Penyewaan tenda dipatok dengan harga Rp. 50.000 dengan kapasitas 4 orang. Kayu bakar 1 ikat dipatok dengan harga Rp. 30.000. Nah, untuk ayam/jagung juga akan disediakan oleh pengelola Pinus Pengger sesuai permintaan pengunjung dan dijamin tidak akan menguras kantong.

    Fasilitas seperti mushola dan toilet juga banyak tersedia di Pinus Pengger. Jadi kita tidak perlu khawatir untuk berkegiatan apapun di sini.

    Buat yang ingin berkemah, pihak pengelola mensyaratkan kita memberikan informasi minimal satu hari sebelumnya. Untuk menghubungi pengelola obyek wisata Pinus Pengger, silahkan simpan kontak Pak Toro di 087838282357.

    Rute:
    Pinus Pengger bisa diakses melalui beberapa rute. Ada 2 rute yg umumnya sering digunakan. Rute pertama, yaitu melewati jalan Wonosari. 300 meter dari kawasan bukit bintang, terdapat perempatan yang lokasinya tidak jauh dari Radio GCD FM, kemudian belok ke kanan dan ikuti jalan, Pinus Pengger ada di sebelah kanan. Rute kedua yang agak jauh, yaitu ke arah Bantul. Kalau dari Jembatan Janti, lurus ke arah ringroad, trus lurus ke arah Bantul. Lampu merah pertama belok kiri, ikuti jalan terus. Tidak perlu takut tersasar karena ada banyak petunjuk jalan. Jalannya sempit dan menanjak, jadi kita perlu ekstra hati-hati bila memilih rute yg kedua ini.

    Biaya Parkir:
    Motor: Rp. 2.000,-
    Mobil: Rp. 5.000,-
    Bus: Rp. 20.000,-
    Harga Tiket Masuk:
    @ Rp. 2.500,-

     


  •  
  •  

Located in Blog

Outbound Murah Seru di Dolan Deso

  •  
    Murah tapi seru! Dalam paket outbound di Dolan Deso ini kami akan mengajak Anda menjalani outbound dan team building seru di wilayah barat Kota Jogja. Sama dengan di Ledok Sambi, semua kegiatan dalam outbound ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kontribusi anggota tim terhadap kesuksesan kinerja tim. Aktivitas-aktivitas ini dikemas untuk melatih peran komunikasi, koordinasi, dan adjustment dalam sebuah tim.


  •  

Located in 1 Hari