Candi Prambanan

Candi Prambanan
  • Candi Prambanan

    Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi oleh Raja-raja Wamca (Dinasty) Sanjaya. Candi Prambanan merupakan kompleks percandian dengan candi induk menghadap ke timur, dengan bentuk secara keseluruhan menyerupai gunungan pada wayang kulit setinggi 47 meter. Candi Prambanan sering disebut juga dengan nama Candi Rara Jonggrang, karena keberadaan dongeng cerita rakyat jawa yang menyertainya. Kompleks candi ini pertama kali ditemukan oleh C.A Lons dari Belanda, tahun 1733 M.

    Candi Prambanan dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu. Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna ‘Rumah Siwa’), dan memang di ruang utama candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.

    Candi Prambanan Temple

    Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, Candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.

    Bangunan dan Relief Candi

    Kompleks Candi Prambanan terbagi menjadi tiga halaman yang terpusat, yang dihubungkan dengan gapura yang berada di keempat sisinya. Halaman luarnya dikelilingi tembok pagar berukuran 390m x 390m. Halaman tengah dikelilingi oleh tembok pagar berukuran 220m x 220m. Halaman pusat dikelilingi oleh pagar berukuran 110m x 110m.

    1. Candi Siwa
    2. Candi Siwa adalah candi induk dari kompleks Candi Prambanan. Terdiri dari 4 bilik yang masing-masing memiliki Arca. Arca Agastya sebagai Siwa Mahaguru, Arca Ganesha sebagai anak dari Dewa Siwa, Arca Durga sebagak Cakti Siwa, dan Arca Siwa Mahadewa sebagai arca utama. Atap candi Siwa memiliki banyak tingkat yang masing-masing dihiasi dengan beberapa hiasan ratna.

    3. Candi Brahma
    4. Candi Brahma memiliki bentuk dan tata letak yang mirip dengan Candi Siwa, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Candi Brahma hanya memiliki 1 tangga masuk di sebelah timur. Di dalamnya terdapat 1 bilik yang berisi Arca Brahma.

    5. Candi Wisnu
    6. Candi Wisnu secara keseluruhan memiliki bentuk, tata letak, dan ukuran yang mirip dengan Candi Brahma. Candi Wisnu juga hanya memiliki 1 tangga masuk di sebelah timur. Di dalamnya terdapat 1 bilik yang berisi Arca Wisnu.

    7. Candi Nandi
    8. Berbeda dengan Candi Brahma dan Wisnu yang menghadap ke timur, Candi Nandi menghadap ke arah Barat. Di dalamnya terdapat 1 bilik yang berisi Arca Nandi. Kita dapat menemukan relief-relief mengenai Dewa Surya dan Dewa Candra di candi ini. Kedua dewa tersebut digambarkan sedang mengendarai kereta kuda.

    9. Candi Garuda
    10. Candi Garuda berada di depan Candi Wisnu dan merupakan candi pendamping bagi Candi Wisnu. Candi ini berkisah tentang manusia berwujud burung yang bernama Garuda. Burung bertubuh emas ini digambarkan memiliki wajah putih, dengan sayap dan paruh layaknya elang. Sosok ini merupakan replika “Bennu” yang bermakna terbit atau bersinar. Dalam Kitab Adiparwa diceritakan bahwa garuda merupakan burung gagah berani yang dijadikan kendaraan sekaligus lambang panji-janji Dewa Wisnu.

    11. Candi Angsa
    12. Candi Angsa berada di depan Candi Brahma dan merupakan candi pendamping bagi Candi Brahma.

    13. Candi Apit
    14. Disebut Candi Apit karena secara simbolis mengapit 2 deretan candi yang berada di sisi timur dan baratnya. Candi Apit merupakan sepasang candi yang saling berhadapan. Letaknya berada di di ujung selatan dan ujung utara lorong di antara kedua barisan candi besar. Kedua candi ini berbentuk bujur sangkar dengan luas 6 m2 dan ketinggian 16 m. Masing-masing memiliki 1 tangga masuk, dan tidak terdapat selasar di kedua permukaan kaki candi ini.

    15. Candi Kelir
    16. Candi Kelir merupakan 4 candi kecil yang terletak di 4 penjuru mata angin, tepat di balik pintu masuk halaman pusat Candi prambanan. Konon, fungsinya adalah sebagai penjaga atau penolak bala.

    17. Candi Sudut
    18. Sama seperti Candi Kelir, Candi Sudut merupakan 4 candi kecil yang tidak memiliki tangga masuk. Hanya saja, letaknya berada di setiap sudut halaman pusat Candi prambanan.

    Candi Prambanan Temple

    Kompleks candi Prambanan memiliki total 240 Candi, yang terdiri dari: 3 Candi Trimurti (Candi Siwa, Wisnu, dan Brahma), 3 Candi Wahana (Candi Nandi, Garuda, dan Angsa), 2 Candi Apit (terletak antara barisan candi-candi Trimurti dan candi-candi Wahana di sisi utara dan selatan), 4 Candi Kelir (terletak di 4 penjuru mata angin tepat di balik pintu masuk halaman pusat), 4 Candi Patok (terletak di 4 sudut halaman pusat), 224 Candi Perwara (tersusun dalam 4 barisan konsentris dengan jumlah candi dari barisan terdalam hingga terluar).

    Pintu masuk ke kompleks bangunan ini terdapat di keempat arah penjuru mata angin, akan tetapi arah hadap bangunan ini adalah ke arah timur, maka pintu masuk utama candi ini adalah gerbang timur. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil.

    Candi ini dihiasi oleh relief naratif yang menceritakan epos Hindu; Ramayana dan Krishnayana. Relief berkisah ini diukirkan pada dinding sebelah dalam pagar langkan sepanjang lorong galeri yang mengelilingi tiga candi utama.

    Relief Ramayana yang bisa banyak kita temukan di Candi Siwa ini menggambarkan bagaimana Shinta, istri Rama, diculik oleh Rahwana. Panglima bangsa wanara (kera), Hanuman, datang ke Alengka untuk membantu Rama mencari Shinta. Kisah ini juga ditampilkan dalam Sendratari Ramayana, yaitu pagelaran wayang orang Jawa yang dipentaskan secara rutin di panggung terbuka Trimurti setiap malam bulan purnama. Latar belakang panggung Trimurti adalah pemandangan megah tiga candi utama yang disinari cahaya lampu.
    Ramayana Ballet di Candi Prambanan Temple

    These ancient masterpieces of Hindu architecture are adorned with bas-reliefs depicting the famous Ramayana story.

    Secara umum, relief-relief yang terdapat di Candi Prambanan bisa di bagi ke dalam 2 kategori:

    1. Relief-relief Naratif
    2. Relief-relief naratif mencakup relief kisah Ramayana di Candi Siwa dan Brahma, serta relief kisah Krishna di Candi Wisnu.

    3. Relief-relief Perlambang
    4. Relief-relief perlambang menggambarkan kisah masing-masing Dewa yang ada di Candi Prambanan beserta para pengiringnya. Seperti relief Astadikpala (panjaga arah mata angin) yang terpadah di dinding luar Candi Siwa, dan Siwa Tandawa, yang merupakan gambar gerakan-gerakan tarian sarat makna, seperti penciptaan, kesuburan, dan juga kehancuran.

    Jam Buka dan Lokasi

    Lokasi Kompleks Candi Prambanan terletak di 2 wilayah administrasi yang berbeda. Yaitu kecamatan Prambanan – Sleman, dan kecamatan Prambanan – Klaten. Kurang lebih sekitar 17 kilometer sebelah timur laut kota Jogja. Jarak tempuhnya sekitar 30 hingga 40 menit dari pusat kota Jogja. Sama seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan merupakan magnet bagi para wisatawan untuk berkunjung ke Jogja.

    Jam buka Candi Prambanan adalah dari pk. 06.00 WIB sampai pk. 17.00 WIB. Berkunjung ke Candi Prambanan di sore hari adalah salah satu opsi yang menarik, karena kita bisa sekalian menikmati keindahan matahari terbenam dan suasana senja dari dalam candi.

    Candi Prambanan Temple

     


  •  
  •  

     

 

Located in BlogTagged with: ,